Selasa, 06 Oktober 2009

Anggota DPR Ngantor Senin Depan

Jakarta - Saat ini anggota DPR sedang sibuk melengkapi ruangan kerja atau sekedar menghafal peta DPR. Anggota baru akan memasuki ruangan kerjanya Senin depan.

"Kami sedang melengkapi ruangan dengan alat kerja," kata anggota DPR dari FPD, Dian Sahroza, berbincang dengan detikcom di selataran Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2009).

Dijadwalkan baru Senin (12/10/2009) seluruh anggota DPR akan memasuki ruangan kerja di Gedung Nusantara I DPR. Saat ini ruangan kerja mereka sedang dipersiapkan.


"Kita masih santai, kan dijadwal baru besok Senin kita masuk ruang," kata Ibu asal Bengkulu ini sambil tetap tersenyum.

Sambil berjalan santai, Dian mengungkapkan agendanya beberapa hari pertama di DPR. Dian mengaku asik mengakrabi setiap sisi Gedung DPR. "Kita orang baru, rasanya banyak hal baru. Sekarang paling-paling rapat komisi," katanya riang.

Dian mengaku mendapat jatah memiliki seorang staf pribadi. Untuk itu Dian sengaja mengajak anak sahabatnya ke Jakarta.

"Ini anak sahabat saya, kebetulan minimal kan sekolahnya S2," kata dokter
lulusan Universitas Trisakti ini sambil mengenalkan Rieke (25) yang sudah
resmi menjadi staf ahlinya.

Dian mengungkapkan tak lagi membuka praktik di Jakarta. Dia akan menyampaikan aspirasi rakyat di Senayan.

"Saya ingin konsentrasi kalau bisa Komisi IX, karena sesuai, saya dokter," kata Dian.

Dian bersama Rieke kemudian menaiki elevator menuju ruang kerjanya di Gedung Nusantara I DPR. Mereka akan menengok ruang kerjanya lima tahun kedepan.

"Doain kita ya," sapanya sembari tersenyum ramah kepada detikcom.

Agenda minggu pertama kerja anggota DPR lebih fokus pada rapat fraksi.
Direncanakan mulai minggu depan akan dibahas pembagian komisi.
detik.com Selengkapnya...

Menkokesra Minta Evakuasi Korban Gempa Diutamakan

Menko Kesra Aburizal Bakrie meminta agar penanggulangan gempa Sumatra Barat mengutamakan proses evakuasi para korban karena diduga masih ada ribuan korban yang terjebak reruntuhan bangunan.

"Gubernur Sumatra Barat sebagai koordinator penanggulangan bencana diminta untuk mengutamakan evakuasi para korban yang masih terjebak di reruntuhan bangunan," katanya saat menggelar pertemuan bersama Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Mendagri Mardianto, Mensos Bachtiar Chamsyah dan Gubernur Sumbar Gumawan Fauzi di Padang, Kamis.

Pada pertemuan di Rumah Dinas Gubernur Sumbar itu, Aburizal juga mengungkapkan, Pemerintah Pusat berupaya membantu proses penanggulangan bencana baik pengiriman bantuan makanan, obat-obatan, alat berat, genset dan bahan bakar minyak (BBM).


Ia menjelaskan, Pemerintah Pusat melalui Pertamina hari ini sudah mengirimkan 4 x 20 ton BBM yang akan didistribusikan ke sejumlah SPBU di Sumbar, pengiriman lima unit mobil penjernih air yang diangkut dengan kapal, serta pengiriman lima ton obat-obatan dan makanan bayi. "Wapres sudah memerintahkan bantuan bagi 200.000 korban gempa," katanya.

Sementara Menkes mengungkapkan, kekurangan darah yang dialami sejumlah rumah sakit akan diatasi dengan suplai darah dari daerah lain. "Saya sudah meminta kepada sejumlah daerah untuk mengirimkan suplai darah ke Sumatra Barat ini," katanya.

Rombongan menteri itu kemudian dibagi dua yaitu satu rombongan meninjau Kota Padang dan satu rombongan lain menuju Padang Pariaman. Dua kota itu merupakan daerah terparah akibat gempa.

Gempa Sumatra Barat berkuatan 7,6 Skala Richter (SR) yang terjadi Rabu sore kemarin membuat sembilan daerah di Sumatra Barat mengalami kerusakan infrastruktur yaitu Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kab Pesisir Selatan, Kab Pasaman barat, Kab Agam, Kota Solok, Kab Solok, Kab Tanah Datar. (Ant)
Sumber TVONE Selengkapnya...

 

© free template by Blogspot tutorial